Shalat Witir

 Keutamaan dan Tata Cara Shalat Witir

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

1. Keutamaan Shalat Witir

Rasulullah ﷺ bersabda:

الوتر حق، فمن لم يوتر فليس منا
“Shalat witir itu adalah hak. Barang siapa tidak mengerjakan witir, maka ia bukan termasuk golongan kami.”
(HR. Abu Dawud, Hakim)

Hadits ini menunjukkan bahwa shalat witir memiliki kedudukan sangat penting di dalam agama. Karena itu, sebagian ulama menilai ancamannya sangat keras, seakan-akan orang yang meninggalkan witir kehilangan bagian dari kesempurnaan imannya.

Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ قَدْ زَادَكُمْ صَلَاةً، وَهِيَ الْوِتْرُ، فَصَلُّوهَا فِيمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى صَلاَةِ الْفَجْرِ
“Sesungguhnya Allah menambahkan kepada kalian sebuah shalat, yaitu shalat witir. Maka kerjakanlah ia antara shalat Isya sampai shalat Subuh.”
(HR. Tirmidzi)

Bahkan Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa shalat witir lebih baik daripada dunia dan seisinya.

2. Pandangan Para Ulama

  • Imam Abu Hanifah: berpendapat bahwa shalat witir hukumnya wajib.
  • Imam Syafi’i, Malik, dan Ahmad: berpendapat bahwa shalat witir adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat ditekankan dan jarang ditinggalkan oleh Rasulullah ﷺ.

Kesamaan pendapat para ulama: shalat witir tidak boleh dianggap remeh karena ia adalah penutup shalat malam seorang muslim.

3. Waktu Shalat Witir

Shalat witir dikerjakan setelah shalat Isya hingga sebelum terbit fajar (Adzan Subuh). Jadi waktunya cukup panjang.

  • Rasulullah ﷺ kadang mengerjakannya setelah Isya langsung.
  • Kadang beliau menundanya hingga akhir malam.

4. Jumlah Rakaat dan Bacaan

Shalat witir dikerjakan dengan bilangan rakaat ganjil: 1, 3, 5, 7, hingga 11 rakaat.

  • Paling sedikit: 1 rakaat.
  • Yang sering dilakukan Nabi ﷺ: 3 rakaat.
  • Yang paling sempurna: 11 rakaat (bersambung dengan shalat malam lainnya).

Bacaan shalat witir 3 rakaat yang diajarkan Rasulullah ﷺ:

  1. Rakaat pertama: Surah Al-A‘la (سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى).
  2. Rakaat kedua: Surah Al-Kafirun (قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ).
  3. Rakaat ketiga: Surah Al-Ikhlas (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ).

Dalam riwayat lain, beliau menambahkan Al-Falaq dan An-Nas pada rakaat terakhir.

5. Bolehkah Shalat Setelah Witir?

Rasulullah ﷺ bersabda:

اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُم بِاللَّيْلِ وِتْرًا
“Jadikanlah shalat malam kalian yang terakhir adalah witir.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini adalah anjuran, bukan larangan mutlak. Artinya, lebih utama menutup shalat malam dengan witir. Namun, kalau seseorang sudah witir lalu ingin menambah shalat sunnah lagi, boleh saja. Buktinya Rasulullah ﷺ sendiri pernah shalat dua rakaat dengan duduk setelah berwitir sebelum tidur.

6. Cara Melaksanakan Witir

  • 3 rakaat sekaligus dengan satu salam.
  • 2 rakaat salam + 1 rakaat salam.
    Kedua cara ini pernah dicontohkan Rasulullah ﷺ.

Bahkan beliau pernah witir dengan 5 rakaat, 7 rakaat, hingga 11 rakaat. Semuanya dilakukan dengan bilangan ganjil, sesuai sabda beliau:

إِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ
“Sesungguhnya Allah itu Maha Tunggal (ganjil) dan menyukai yang ganjil.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

7. Penutup

Shalat witir adalah shalat sunnah yang sangat dianjurkan, bahkan oleh sebagian ulama dihukumi wajib. Ia adalah penutup shalat malam seorang mukmin dan tanda kedekatan kepada Allah ﷻ.

Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkannya, baik ketika mukim maupun safar. Karena itu, seorang muslim sebaiknya menjadikan shalat witir sebagai kebiasaan malam yang tidak ditinggalkan, walaupun hanya satu rakaat.

Semoga Allah ﷻ memberi kita kekuatan untuk istiqamah mengamalkan shalat witir

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SHALAT JAMAK DAN QASHAR

Qurban

SHALAT BERJAMAAH