Sholat Tahajud/ Qiyamullail
Tafsir Surah Al-Muzzammil dan Keutamaan Qiyamullail
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1. Panggilan “Ya Ayyuhal Muzzammil”
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ (١)
“Wahai orang yang berselimut.” (QS. Al-Muzzammil: 1)
Al-Muzzammil adalah salah satu nama Rasulullah ﷺ. Dalam kitab Dalā’il al-Khairāt disebutkan bahwa Nabi memiliki lebih dari 2011 nama, salah satunya Al-Muzzammil yang berarti “orang yang berselimut”.
Mengapa Nabi disebut Al-Muzzammil? Menurut riwayat Ibnu Abbas ra., ketika pertama kali malaikat Jibril datang membawa wahyu, Rasulullah ﷺ sangat terkejut dan ketakutan. Setelah menerima wahyu di gua Hira, beliau turun dari gunung dan berkata kepada istrinya, Sayyidah Khadijah ra.:
“زملوني زملوني”
“Selimuti aku, selimuti aku.”
Maka Allah memanggil beliau dengan sebutan Al-Muzzammil.
2. Perintah Qiyamullail
Allah ﷻ berfirman:
قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا نِصْفَهُ أَوِ انقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا (٢-٤)
“Bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit darinya. (Yaitu) separuh malam atau kurang sedikit, atau lebih dari itu. Dan bacalah Al-Qur’an dengan tartil.”
Malam dimulai sejak Maghrib hingga Subuh. Allah memerintahkan Nabi ﷺ untuk memperbanyak shalat malam, sebagian besar waktunya diisi dengan ibadah. Bacaan Al-Qur’an pun diperintahkan dengan tartil, yaitu perlahan, jelas, dan penuh penghayatan agar makna bisa dipahami.
Mengapa Nabi ﷺ diperintahkan shalat malam?
إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا (٥)
“Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.”
Maksudnya adalah Al-Qur’an, yang mengandung hukum dan perintah berat untuk diamalkan. Untuk memudahkannya, seorang hamba perlu memperkuat jiwa dengan qiyamullail.
Allah ﷻ berfirman:
إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا (٦)
“Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.”
Di siang hari manusia sibuk dengan urusan dunia, sedangkan malam hari lebih tenang, sehingga hati lebih mudah menerima kalam Allah.
3. Keutamaan Qiyamullail
Ulama menyebutkan setidaknya ada sepuluh manfaat qiyamullail:
-
Qurbatun minallah (Mendekatkan diri kepada Allah).
Orang yang shalat malam berada dalam kedekatan dengan Allah. Rasulullah ﷺ bersabda:“Waktu paling dekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah di tengah malam.” (HR. Tirmidzi)
-
Takfirus sayyi’āt (Menghapus dosa).
Dua rakaat qiyamullail dapat menghapus banyak dosa. -
Manhatun ‘anil itsm (Menjaga dari perbuatan dosa).
Orang yang istiqamah shalat malam lebih terpelihara dari maksiat. -
Mathradatun lidda’ ‘anil jasad (Menolak penyakit).
Qiyamullail menjaga tubuh dari penyakit lahir maupun penyakit hati seperti lalai dan malas. -
Syaraf al-mu’min (Kemuliaan orang beriman).
Jibril as. pernah berkata kepada Nabi ﷺ tentang Ibnu Umar: “Sebaik-baik orang adalah Ibnu Umar, andai ia shalat malam.” Sejak itu Ibnu Umar tidak pernah meninggalkan qiyamullail. -
Mathradatun lil-jin (Mengusir gangguan jin).
Rumah yang sering diisi qiyamullail terjaga dari gangguan makhluk halus. -
Alamat hubbillah (Tanda cinta Allah).
Tidak ada yang diberi kemampuan istiqamah qiyamullail kecuali orang yang dicintai Allah. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah mencintai hamba yang meninggalkan tidurnya demi mengingat-Nya di malam hari. -
Nailur-rajā’ wal amnu mimma yakhāf (Menggapai harapan dan selamat dari yang ditakutkan).
Orang yang qiyamullail diberi Allah apa yang diinginkannya dan dilindungi dari apa yang ditakutinya. -
Ajrun ‘azhim (Pahala yang agung).
Dua rakaat shalat malam lebih utama daripada shalat di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, jika dilakukan dengan ikhlas. -
Dukhūlul jannah bighairi hisāb (Masuk surga tanpa hisab).
Pada hari kiamat, akan diseru: “Mana orang-orang yang biasa bangun malam?” Mereka akan dikumpulkan dan masuk surga tanpa dihisab.
4. Qiyamullail dan Hubungannya dengan Dosa
Hasan al-Bashri pernah ditanya oleh seseorang:
“Wahai Syekh, saya ingin sekali bangun malam. Air wudhu sudah saya siapkan di sisi tempat tidur. Namun setiap kali tetap saja tertidur hingga Subuh, padahal badan sehat.”
Hasan al-Bashri menjawab:
قَيَّدَتْكَ ذُنُوبُكَ
“Dosa-dosamu yang mengikatmu.”
Artinya, banyaknya dosa menjadi penghalang seseorang untuk bangun qiyamullail.
5. Penutup Surah Al-Muzzammil
Di akhir surah, Allah ﷻ berfirman:
وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا ۚ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (٢٠)
“Apa saja kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, niscaya kamu akan mendapat pahala yang besar di sisi Allah. Dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Ayat ini mengingatkan kita agar memperbanyak amal sejak masih hidup, bukan hanya menunggu wasiat setelah mati. Satu dirham yang disedekahkan saat sehat lebih besar nilainya daripada seratus dirham yang diwasiatkan setelah wafat.
6. Penutup
Qiyamullail adalah sumber kekuatan ruhani bagi seorang Muslim, pembuka pintu rahmat, penghapus dosa, serta tanda cinta Allah kepada hamba-Nya. Surah Al-Muzzammil mengajarkan bahwa jalan untuk menghadapi “perkataan yang berat” (Al-Qur’an) adalah dengan shalat malam dan membaca Al-Qur’an dengan tartil.
Semoga Allah ﷻ memberi kita taufik untuk istiqamah dalam qiyamullail.
Keutamaan dan Cara Menghidupkan Qiyamullail
Shalat malam atau qiyamullail memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan penting dalam kehidupan seorang Muslim. Rasulullah ﷺ bersabda:
شَرَفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُهُ بِاللَّيْلِ
“Kemuliaan seorang mukmin itu terdapat pada shalat malamnya.”
(HR. Al-Baihaqi)
Sejarah Kewajiban Qiyamullail
Sayyidah Aisyah ra. meriwayatkan bahwa pada awalnya Allah ﷻ mewajibkan shalat malam kepada Nabi ﷺ dan para sahabat. Mereka melaksanakannya selama satu tahun penuh. Setelah itu, Allah ﷻ menurunkan keringanan, sehingga hukum qiyamullail menjadi sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), bukan lagi wajib. Hal ini menunjukkan betapa besar nilai ibadah ini, meskipun tidak diwajibkan.
Delapan Hal yang Membantu Menghidupkan Malam (Menurut Imam Al-Ghazali)
Imam Al-Ghazali menyebutkan delapan hal yang perlu diperhatikan agar seseorang mudah menghidupkan qiyamullail:
-
Tidak banyak makan di malam hari
Perut yang terlalu kenyang akan membuat tubuh berat untuk bangun. -
Tidak menyusahkan diri di siang hari
Jangan berlebihan melakukan aktivitas yang membuat tubuh terlalu lelah, sehingga sulit bangun malam. -
Membiasakan tidur siang (qailulah)
Menurut madzhab Syafi’i, tidur sebentar sebelum Zuhur dapat membantu tubuh segar di malam hari. -
Menjauhi dosa di siang hari
Dosa-dosa di siang hari akan menghalangi seseorang dari nikmat qiyamullail. Hasan Al-Bashri pernah ditanya, mengapa ada orang yang sulit bangun malam padahal sudah menyiapkan segalanya? Beliau menjawab: “Dosa-dosamu yang mengikatmu.” -
Membersihkan hati dari dendam dan niat buruk
Jangan menyimpan kebencian atau niat jahat terhadap sesama Muslim. -
Rasa takut kepada Allah
Takut azab kubur, takut neraka, dan takut hisab di akhirat dapat mendorong seseorang bangun malam. -
Cinta kepada Allah
Orang yang mencintai Allah tentu rindu untuk bermunajat di sepertiga malam, saat Allah paling dekat dengan hamba-Nya. -
Mengetahui keutamaan qiyamullail
Semakin seseorang memahami fadhilah qiyamullail, semakin ringan langkahnya untuk melaksanakannya.
Keutamaan Shalat Malam
Rasulullah ﷺ bersabda:
رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا الْعَبْدُ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ خَيْرٌ لَهُ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua rakaat shalat yang dilakukan seorang hamba di tengah malam lebih baik baginya daripada dunia dan seisinya.”
(HR. Ibnu Hibban)
Bayangkan, seandainya seseorang memiliki seluruh dunia lalu ia sedekahkan semuanya, tetap lebih besar nilai pahala dua rakaat shalat malam dibanding itu semua di sisi Allah ﷻ.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku wajibkan shalat malam dua rakaat atas mereka.”
(HR. Ahmad)
Penutup
Qiyamullail adalah kemuliaan seorang mukmin, cahaya di hati, penenang jiwa, dan sarana mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. Dengan menjaga delapan sebab yang disebutkan Imam Al-Ghazali, insyaAllah kita dimudahkan untuk istiqamah dalam shalat malam.
Qiyamullail
Secara harfiah, qiyamul lail berarti "bangun di malam hari". Dalam konteks ibadah, qiyamul lail berarti shalat malam. Keutamaan qiyamul lail sangat banyak, baik untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat, sebagaimana termaktub di dalam kitab Abwabul Al-Faraj, karya Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani, di antaranya adalah;
Yang pertama (قربة من الله تعالى) dekat dengan Allah Swt. Orang yang shalat ditengah malam itu, dekat dengan Allah. Dekat dengan orang kaya saja membuat nyaman, apalagi dekat dengan yang maha Kaya. Dekat dengan pejabat saja membuat aman, apalagi dekat dengan yang Maha Kuasa dan dekat dengan orang kuat saja merasa terlindungi, apalagi dekat dengan yang Maha Kuat. Rasulullah Saw bersabda:
أقرَبُ ما يَكونُ الرَّبُّ منَ العبدِ في جوفِ اللَّيلِ الآخرِ ، فإن استَطعتَ أن تَكونَ مِمَّن يذكرُ اللَّهَ في تلكَ السَّاعةِ فَكُن.
"Allah paling dekat dengan seorang hamba pada sepertiga malam terakhir. Jika engkau mampu menjadi salah satu dari orang-orang yang mengingat Allah pada waktu itu, maka lakukanlah." (HR. Tirmidzi)
Yang kedua (تكفير السيئة) melaksanakan qiyamul lail merupakan salah satu wasilah kedekatan terhadap tuhan dan sebagai penghapus terhadap setiap kesalahan yang dilakukan
Yang ketiga (منهاة عن الأثم) menjaga diri dari dosa. Orang yang istiqomah melakukan qiyamullail maka ia akan terlindungi daripada dosa, sebagaimana perisai yang melindungi dari berbuat maksiat. Rasulullah Saw bersabda:
عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ، فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَقُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى، وَمَنْهَاةٌ عَنِ الْإِثْمِ، وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ.
"Lakukanlah qiyamullail (shalat malam), karena itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, pencegah dari dosa, dan penghapus kesalahan-kesalahan." (HR. Tirmidzi)
Yang Keempat (مطردةٌ للداءِ عنِ الجسدِ) Qiyamullail berfungsi untuk menolak penyakit. Penyakit apa? Allah yang mengetahui. Yang pasti ia akan di jaga daripada penyakit yang menggangunya daripada beribadah kepada Allah Swt.
Yang kelima (شرف المؤمن) kemuliaan orang mukmin. Letak kemulian orang mukmin ada pada qiyamullail.
سالم بن عبد الله بن عمر بن الخطاب أن رسول الله ﷺ قال: نعم الرجل عبد الله، لو كان يصلي من الليل، قال سالم: "فكان عبد الله بعد ذلك لا ينام من الليل إلا قليلاً".
Salim bin Abdullah bin Umar bin Khattab dari ayahnya, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Sebaik-baik orang adalah Abdullah bin Umar, jika saja ia shalat malam." Salim berkata: "Setelah itu, Abdullah bin Umar tidak pernah tidur di malam hari kecuali hanya sedikit." (Hadis muttafaqun 'alaih)
Yang keenam (مطردةٌ للجن) mengusir jin. Rumah yang banyak jin karena tidak ada yang qiyamullail pada malam harinya.
Yang ketujuh (علامة حب الله له) tanda Allah cinta kepada dirinya. Maka tidak akan bisa ia melakukan Qiyamullail secara rutin kecuali ia adalah kekasih Allah Swt. Rasulullah Saw bersabda:
فَقَدْ رَوَى الطَّبَرَانِيُّ وَغَيْرُهُ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : "ثَلاثَةٌ يُحِبُّهُمُ اللهُ وَيَضْحَكُ إِلَيْهِمْ وَيَسْتَبْشِرُ بِهِمْ: فَذَكَرَ مِنْهُمْ الَّذِي لَهُ امْرَأَةٌ حَسْنَاءُ وَفِرَاشٌ حَسَنٌ فَيَقُومُ مِنَ اللَّيْلِ، فَيَقُولُ اللهُ تَعَالَى: يَذَرُ شَهْوَتَهُ فَيَذْكُرُنِي وَلَوْ شَاءَ رَقَدَ. وَالَّذِي إِذَا كَانَ فِي سَفَرٍ وَكَانَ مَعَهُ رَكْبٌ فَسَهِرُوا ثُمَّ هَجَعُوا فَقَامَ مِنَ السَّحَرِ فِي ضَرَّاءَ أَوْ سَرَّاءَ."
Telah diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dan lainnya dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Ada tiga golongan yang dicintai Allah, Allah tersenyum kepada mereka (maksudnya Allah ridha), dan merasa bangga terhadap mereka: Salah satunya adalah seseorang yang memiliki istri yang cantik dan tempat tidur yang nyaman, namun ia bangun untuk shalat malam. Maka Allah Ta’ala berfirman: ‘Ia meninggalkan keinginannya dan mengingat-Ku, padahal jika ia mau, ia bisa tidur.’ Yang kedua adalah seseorang yang sedang dalam perjalanan bersama rombongan. Ketika mereka terjaga hingga larut malam lalu tertidur, ia bangun pada waktu sahur dalam kondisi sulit maupun lapang."
Yang kedelapan (نيل الرجاء والأمن مما يخاف) dia akan mencapai apa yang diinginkan dan dia akan selamat dari apa yang ia takutkan. Rasulullah Saw bersabda:
إِنَّ اللهَ لَيَضْحَكُ إِلَى رَجُلٍ قَامَ فِي لَيْلَةٍ بَارِدَةٍ مِنْ فِرَاشِهِ وَلِحَافِهِ، فَتَوَضَّأَ، ثُمَّ أَقَامَ الصَّلَاةَ، وَيَقُولُ لِلْمَلَائِكَةِ: مَا حَمَلَ عَبْدِي عَلَى هَذَا الصُّنْعِ؟ فَيَقُولُونَ: رَبَّنَا! رَجَاءَ مَا عِنْدَكَ، وَشَفَقَةً مِمَّا عِنْدَكَ. فَيَقُولُ اللهُ: فَإِنِّي قَدْ أَعْطَيْتُهُ مَا رَجَا، وَأَمَّنْتُهُ مِمَّا يَخَافُ، وَرَزَقْتُهُ مَا يَتَمَنَّى.
"Sesungguhnya Allah tertawa (maksudnya Allah ridha dan senang) kepada seorang hamba yang bangun pada malam yang dingin dari tempat tidur dan selimutnya, lalu ia berwudhu dan mendirikan shalat. Allah berkata kepada para malaikat: 'Apa yang membuat hamba-Ku melakukan perbuatan ini?' Para malaikat menjawab: 'Wahai Tuhan kami! Karena mengharapkan apa yang ada di sisi-Mu dan takut akan azab dari-Mu.' Maka Allah berfirman: 'Sungguh, Aku telah memberinya apa yang ia harapkan, melindunginya dari apa yang ia takutkan, dan mengaruniakan kepadanya apa yang ia inginkan.’"
Yang kesembilan (نيل ثواب الأكبر لا يعلمه إلا الله) orang yang melakukan qiyamullail makai akan mendapatkan pahala yang tidak ada yang tahu hitungannya kecuali Allah Swt. Seberapa besar memang pahalanya?. Rasulullah Saw bersabda :
صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي تَعْدِلُ عَشَرَةَ آلَافِ صَلَاةٍ، وَصَلَاةٌ فِي المَسْجِدِ الحَرَامِ تَعْدِلُ مِائَةَ أَلْفِ صَلَاةٍ، وَصَلَاةٌ بِأَرْضِ الرِّبَاطِ تَعْدِلُ بِأَلْفَيْ أَلْفِ صَلَاةٍ، وَأَكْثَرُ مِنْ ذَلِكَ كُلِّهِ الرَّكْعَتَانِ يُطِيلُهُمَا العَبْدُ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ.
"Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) setara dengan sepuluh ribu shalat, shalat di Masjidil Haram setara dengan seratus ribu shalat, dan shalat di tempat perbatasan (tanah jihad) setara dengan dua juta shalat. Namun, yang lebih besar dari semua itu adalah dua rakaat yang dikerjakan seorang hamba di tengah malam dengan penuh kekhusyukan."
Yang Kesepuluh (دخول الجنة بغير حساب) orang yang konsisten melaksanakan qiyamul lail maka dirinya akan dimasukkan kedalam surga tanpa adanya hisab. Berdasarkan Hadis dari Asma’ binti Yazid bahwa Rasulullah bersabda
يُحْشَرُ النَّاسُ فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَيُنَادِي مُنَادٍ فَيَقُولُ: أَيْنَ الَّذِينَ كَانَتْ تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ؟ فَيَقُومُونَ، وَهُمْ قَلِيلٌ، يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ، ثُمَّ يُؤْمَرُ بِسَائِرِ النَّاسِ إِلَى الْحِسَابِ
"Manusia akan dikumpulkan di satu tempat yang luas pada hari kiamat. Lalu ada seorang penyeru yang memanggil: ‘Di manakah orang-orang yang lambung mereka jauh dari tempat tidur (yang bangun untuk shalat malam)?’ Maka mereka berdiri, dan jumlah mereka sedikit. Mereka akan masuk surga tanpa hisab (perhitungan amal). Setelah itu, seluruh manusia lainnya diperintahkan untuk menjalani hisab."(HR. Bayhaki)
Hadirin yang dimuliakan Allah Swt
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى الحَسَنِ البَصْرِيِّ، وَقَالَ: يَا أَبَا سَعِيدٍ، إِنِّي أَبِيتُ مُعَافًى، وَأُحِبُّ قِيَامَ اللَّيْلِ، وَأَعُدُّ طَهُورِي؛ فَمَا بَالِي لَا أَقُومُ؟ فَقَالَ: ذُنُوبُكَ قَيَّدَتْكَ! لَا تَجْعَلُوا ذُنُوبَكُمْ تُقَيِّدُكُمْ عَنْ قِيَامِ اللَّيْلِ.
Seorang lelaki datang kepada Al-Hasan Al-Bashri dan berkata: "Wahai Abu Sa’id, aku tidur dalam keadaan sehat, aku mencintai shalat malam, dan aku sudah menyiapkan air wudhu. Tapi mengapa aku tidak bisa bangun untuk shalat malam?" Al-Hasan Al-Bashri menjawab: "Dosa-dosamu telah mengikatmu! Jangan biarkan dosa-dosamu menghalangimu dari shalat malam."
نَسْأَلُ اللَّهَ أَنْ يُوَفِّقَنَا لِقِيَامِ اللَّيْلِ، وَأَنْ يَجْعَلَنَا مِنْ عِبَادِهِ الصَّالِحِينَ المُتَّقِينَ. امين يا الله يا رب العالمين وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم و الحمد لله رب العالمين وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Komentar
Posting Komentar