penutup : Salat Sunah Lebih Utama di Rumah
📘 Bagian Pertama: Salat Sunah Lebih Utama di Rumah
📖 Hadis dari Zaid bin Tsabit r.a.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
"أَفْضَلُ صَلَاةِ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ."“Salat yang paling baik adalah salat seseorang di rumahnya, kecuali salat wajib (yang lima waktu).”
— (HR. al-Jamā‘ah dan Ibnu Mājah)
🕌 Makna Hadis
-
Rasulullah ﷺ menganjurkan agar salat sunah (seperti salat Dhuha, Tahajud, Rawatib, dan Witir) dilakukan di rumah, bukan di masjid.
-
Alasannya: agar rumah kita tidak seperti kuburan, yakni tempat tanpa ibadah dan dzikir.
-
Sedangkan salat wajib (lima waktu) tetap paling utama dilakukan secara berjamaah di masjid.
💡 Hikmah
-
Menjaga keikhlasan — ibadah di rumah lebih jauh dari riya (pamer).
-
Menghidupkan suasana ibadah di rumah — rumah menjadi tempat penuh berkah.
-
Menjadi teladan bagi keluarga, agar mereka ikut terbiasa salat dan berdzikir.
🧭 Contoh Penerapan
-
Setelah salat Maghrib berjamaah di masjid, seseorang pulang ke rumah, lalu salat sunah ba’diyah Maghrib di ruang tamu atau kamarnya.
-
Seorang ayah bangun sebelum Subuh untuk salat Tahajud di rumah, agar anak-anaknya melihat dan meniru.
-
Seorang ibu melaksanakan salat Dhuha di rumah setelah pekerjaan pagi selesai, mengisi rumahnya dengan doa dan syukur.
🌙 Bagian Kedua: Salat adalah Amal yang Paling Penting dalam Islam
📖 Hadis dari Anas bin Malik r.a.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
“Sesungguhnya yang pertama-tama difardukan Allah atas manusia dalam urusan agama mereka ialah salat. Dan yang pertama-tama dihisab pun adalah salat...”
(HR. Abu Ya‘la)
📜 Makna Hadis
-
Salat adalah kewajiban pertama yang Allah tetapkan setelah syahadat.
-
Salat juga menjadi amalan pertama yang akan dihisab (diperiksa) di hari kiamat.
-
Jika salat seseorang sempurna, maka amal-amal lainnya akan dinilai baik.
-
Jika kurang, maka Allah memerintahkan melihat salat-salat sunahnya untuk menyempurnakan kekurangan salat wajibnya.
📘 Penjelasan dan Contoh
Misalnya seseorang bernama Ahmad:
-
Ahmad selalu salat lima waktu, tapi kadang lupa tuma’ninah atau tidak khusyuk.
-
Namun, Ahmad juga rajin salat Dhuha dan Tahajud setiap hari.
Maka di akhirat, ketika salat wajibnya diperiksa dan ternyata kurang sempurna, Allah akan berfirman:
“Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki salat sunah?”
Jika ada, maka kekurangan dari salat wajibnya akan disempurnakan dengan pahala salat sunahnya.
Dengan kata lain:
🌿 Salat sunah berfungsi menambal kekurangan salat wajib.
🕋 Hikmah Besar dari Hadis Ini
-
Menunjukkan betapa pentingnya salat sebagai tiang agama.
-
Mendorong kita untuk tidak hanya salat wajib, tetapi juga memperbanyak salat sunah.
-
Memberi harapan, bahwa kekurangan salat wajib bisa disempurnakan dengan ibadah tambahan.
-
Menegaskan urutan prioritas amal — salat adalah ukuran utama baik-buruknya amal seorang Muslim.
🧭 Contoh Praktis
-
Jika kita terlambat dalam shalat Subuh dan merasa belum sempurna, perbanyak shalat sunah seperti Dhuha dan Tahajud.
-
Jika kita merasa kurang khusyuk dalam Zuhur, maka tambahlah dengan shalat rawatib (qabliyyah dan ba’diyyah).
-
Bagi yang kadang lalai atau tergesa-gesa, perbanyak shalat sunah mutlak untuk menutupi kekurangannya.
🪔 Kesimpulan Umum dari Gambar Ini
-
Salat sunah lebih utama dilakukan di rumah, untuk menjaga keikhlasan dan menghidupkan rumah dengan ibadah.
-
Salat adalah tiang utama agama — yang pertama difardukan, dan pertama dihisab di hari kiamat.
-
Salat sunah menyempurnakan kekurangan salat wajib, maka perbanyaklah salat sunah dengan niat ikhlas.
-
Orang yang menjaga salatnya, insyaAllah seluruh amalnya akan menjadi baik.
Komentar
Posting Komentar