Akikah

 

1. Pengertian Akikah

Akikah adalah menyembelih kambing atau domba pada hari ketujuh sejak kelahiran anak, baik laki-laki maupun perempuan. Pada hari itu juga disunnahkan:

  • Memberikan nama yang baik kepada anak.
  • Mencukur rambut kepala anak.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ:

"Setiap anak tergadai dengan akikahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama."
(HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa'i)

2. Hukum Akikah

Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum akikah adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi orang tua yang mampu.

Akikah bukan kewajiban, sehingga orang yang tidak mampu tidak berdosa apabila tidak melaksanakannya.

3. Jumlah Hewan Akikah

Berdasarkan hadis Rasulullah ﷺ:

  • Anak laki-laki: dua ekor kambing yang sepadan.
  • Anak perempuan: satu ekor kambing.

Namun, apabila hanya mampu menyembelih seekor kambing untuk anak laki-laki, sebagian ulama membolehkannya dan sudah dianggap mencukupi.

4. Waktu Pelaksanaan

Waktu yang paling utama adalah hari ketujuh setelah kelahiran.

Apabila belum mampu pada hari ketujuh, maka boleh dilakukan beberapa hari setelahnya. Dalam mazhab Syafi'i, akikah masih disunnahkan hingga anak belum balig. Setelah balig, kewajiban orang tua gugur.

5. Makna Hadis "Setiap Anak Tergadai dengan Akikahnya"

Para ulama berbeda pendapat mengenai makna "tergadai":

  • Pendapat pertama: Akikah sangat dianjurkan sehingga seolah-olah anak "tergadai" sampai akikah dilaksanakan.
  • Pendapat kedua: Anak yang meninggal ketika masih kecil tidak dapat memberikan syafaat kepada orang tuanya apabila orang tuanya sengaja meninggalkan akikah tanpa alasan.

Mayoritas ulama memahami ungkapan tersebut sebagai bentuk penekanan pentingnya akikah, bukan menunjukkan bahwa akikah itu wajib.

6. Syarat Hewan Akikah

Hewan akikah harus memenuhi syarat sebagaimana hewan kurban:

  • Berupa kambing atau domba.
  • Cukup umur.
  • Sehat.
  • Tidak cacat.

7. Pembagian Daging Akikah

Disunnahkan:

  • Daging dimasak terlebih dahulu.
  • Dibagikan kepada fakir miskin, kerabat, dan tetangga.
  • Orang yang berakikah juga boleh memakan sebagian dagingnya.

Hikmah Akikah

  • Mensyukuri nikmat kelahiran anak.
  • Menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ.
  • Mempererat hubungan sosial melalui berbagi makanan.
  • Mendoakan keberkahan bagi anak yang baru lahir.

Kesimpulan:
Akikah merupakan sunnah muakkadah sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran anak. Pelaksanaan yang paling utama adalah pada hari ketujuh dengan menyembelih dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan, disertai mencukur rambut dan memberi nama yang baik. Jika tidak mampu pada hari ketujuh, pelaksanaannya dapat ditunda sesuai kemampuan, dan bagi yang benar-benar tidak mampu tidak ada dosa karena akikah bukan kewajiban.



1. Melakukan Tahnik (Menyuapi dengan Makanan Manis)

Yang dimaksud adalah mengunyahkan kurma (atau makanan manis lainnya bila tidak ada kurma), kemudian sedikit dioleskan ke langit-langit mulut bayi.

Dalilnya:
Rasulullah ﷺ pernah melakukan tahnik kepada bayi yang baru lahir dengan kurma.

Hikmah tahnik:

  • Mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.
  • Mendoakan keberkahan bagi bayi.
  • Mengenalkan rasa manis kepada bayi sebagai simbol harapan kehidupan yang baik.

2. Mengumandangkan Azan dan Iqamah

Disunnahkan:

  • Azan di telinga kanan bayi.
  • Iqamah di telinga kiri bayi.

Hadis pertama

Dalam hadis disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ mengazankan di telinga Hasan atau Husain ketika Fathimah melahirkannya (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Maknanya:
Kalimat pertama yang didengar bayi adalah kalimat tauhid dan kebesaran Allah.


Hadis kedua

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa yang dikaruniai anak, lalu dia mengumandangkan azan di telinga kanannya dan iqamah di telinga kirinya, maka anak itu akan terjaga dari gangguan setan."

Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Sunni.

Namun, perlu diketahui bahwa hadis tentang iqamah di telinga kiri dinilai lemah (dhaif) oleh banyak ulama hadis, sehingga sebagian ulama hanya menganjurkan azan di telinga kanan, sedangkan iqamah tidak disunnahkan secara kuat.


Hikmah Mengumandangkan Azan

  • Menanamkan tauhid sejak awal kehidupan.
  • Mengingatkan bahwa tujuan hidup adalah beribadah kepada Allah.
  • Memohon perlindungan Allah dari gangguan setan.
  • Menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ.

Kesimpulan

Ketika seorang anak lahir, Islam menganjurkan beberapa amalan sunnah, yaitu:

  1. Melakukan tahnik (mengoleskan kurma atau makanan manis ke langit-langit mulut bayi).
  2. Mengumandangkan azan di telinga kanan bayi sebagai syiar tauhid.
  3. Iqamah di telinga kiri disebutkan dalam sebagian riwayat, namun karena hadisnya lemah, para ulama berbeda pendapat tentang kesunahannya.

Semua amalan tersebut merupakan bentuk doa, syukur kepada Allah, dan harapan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, dan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penetapan Waktu-Waktu Terlarang

penutup : Salat Sunah Lebih Utama di Rumah

Nafkah