Keutamaan Sedekah dan Infak

 

Keutamaan Sedekah dan Infak

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Tabaraka wa Ta'ala yang menciptakan dan mengatur alam serta memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ yang mengeluarkan manusia dari kegelapan kebodohan menuju cahaya ilmu dan tauhid.

Di dunia ini masih banyak orang yang hidup dalam kekurangan, bahkan tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya. Karena itu, orang yang diberi kelapangan rezeki hendaknya tidak hanya menimbun harta, tetapi menggunakannya untuk membantu sesama.

Mahmud Hasan Al-Warraq berkata:

فَكّرْتُ فِي الْمَالِ وَ فِي جَمْعِهِ، فَكَانَ مَا يَبْقى هُوَ الْفَانِي
وَكَانَ مَا أَنْفَقْتُ فِي أَوْجُهِ البِرّ بِمَعْرُوْفٍ وَإِحْسَانٍ هُوَ الذَي يَبْقى وَأُجْزَى بِهِ يَوْمَ يُجَازَى كُلّ إِنْسَانٍ

Artinya: Aku merenungkan harta dan penimbunannya. Ternyata harta yang tersisa akan binasa, sedangkan harta yang aku infakkan dalam kebaikan akan kekal dan menjadi pahala ketika setiap manusia mendapatkan balasan.

Al-Hasan Al-Bashri berkata:

بِئْسَ الرّفِيْقُ الدِّرْهَمِ وَالدِيْنَارِ، لاَيَنْفَعَانِكَ حَتّى يُفَارِقَانِكَ

Artinya: Sejahat-jahat teman adalah dirham dan dinar. Keduanya tidak akan bermanfaat bagimu sampai keduanya berpisah darimu.

Harta adalah nikmat Allah. Jika digunakan sesuai keridaan-Nya, untuk memberi makan fakir miskin, membantu agama Allah, dan menolong sesama, maka Allah akan memberikan keberkahan, menjaga keluarga, serta memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Allah berfirman:

وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا

Artinya: “Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu, niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya.” (QS. Al-Muzzammil: 20).

Allah juga berfirman:

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Artinya: “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.” (QS. Al-Baqarah: 245).

Infak juga merupakan perdagangan yang tidak akan merugi. Allah menjanjikan ampunan dan surga bagi orang bertakwa yang menafkahkan hartanya dalam keadaan lapang maupun sempit:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: “Yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran: 134).

Sebaliknya, orang yang bakhil dan menimbun hartanya mendapatkan ancaman Allah. Karena itu, seorang salaf sering berdoa:

اَللّهُمّ قَني شُحّ نَفْسِي اَللهمّ قِنِي شُحّ نَفْسِي

“Ya Allah, jagalah aku dari sifat kikir.”

Doa tersebut sesuai dengan firman Allah:

وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Artinya: “Barang siapa dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr: 9).

Sembilan Keutamaan Sedekah dan Infak

1. Allah menjamin rezekinya

Dalam hadis qudsi, Allah berfirman:

يَا ابْنَ آدَمَ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ

Artinya: “Wahai anak Adam, berinfaklah, niscaya Aku akan memberikan nafkah kepadamu.” (Muttafaq ‘alaih).

2. Mendapatkan pahala yang terus berkembang

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ وَلَا يَقْبَلُ اللَّهُ إِلَّا الطَّيِّبَ وَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِينِهِ ثُمَّ يُرَبِّيهَا لِصَاحِبِهِ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الْجَبَلِ فَتَصَدّقُوْا

Artinya: “Barang siapa bersedekah dengan sesuatu senilai satu biji kurma dari hasil yang baik, maka Allah menerimanya dengan tangan kanan-Nya dan mengembangkannya bagi pemiliknya hingga seperti gunung.” (Muttafaq ‘alaih).

3. Menghapus dosa

الصَّوْمُ جُنَّةٌ وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ

Artinya: “Puasa adalah benteng, sedangkan sedekah menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

4. Mendapatkan nama baik di tengah masyarakat

Orang yang suka membantu dan meringankan kesulitan orang lain akan dicintai dan dikenang dalam kebaikan. Sebaliknya, orang yang kikir akan dibenci.

Rasulullah ﷺ bersabda:

تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَ تَعِسَ عَبْدُ الدِّرْهَمِ

Artinya: “Celakalah hamba dinar dan celakalah hamba dirham.” (HR. Bukhari).

5. Meneladani akhlak Rasulullah ﷺ

Memberi dan bersedekah merupakan akhlak Nabi ﷺ. Beliau dikenal sangat dermawan, bahkan memberikan sesuatu yang beliau sendiri membutuhkannya.

6. Menambah dan memberkahi rezeki

Allah menjanjikan pelipatgandaan bagi orang yang menginfakkan hartanya di jalan-Nya:

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakannya dengan lipat ganda yang banyak.” (QS. Al-Baqarah: 245).

7. Mendapatkan naungan Allah pada Hari Kiamat

Rasulullah ﷺ bersabda tentang salah satu dari tujuh golongan yang mendapat naungan Allah:

وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ

Artinya: “Seseorang yang bersedekah lalu menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dikeluarkan tangan kanannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

8. Mendapatkan kecintaan Allah dan manusia

Orang yang gemar memberi dan membantu akan dicintai manusia. Secara fitrah, manusia mencintai orang yang berbuat baik kepadanya.

9. Dimudahkan dalam melakukan ketaatan

Allah membantu orang yang gemar bersedekah untuk melakukan kebaikan dan menjauhi kemaksiatan:

فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَىٰ ۝ وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ ۝ فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ

Artinya: “Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dan bertakwa serta membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” (QS. Al-Lail: 5–7).

Kesimpulan: Sedekah dan infak bukan sekadar mengurangi harta, tetapi justru menjadi sebab datangnya rezeki, keberkahan, penghapusan dosa, kecintaan manusia, kemudahan dalam ketaatan, naungan pada Hari Kiamat, serta kebahagiaan dunia dan akhirat.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang gemar bersedekah dan berinfak. Amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penetapan Waktu-Waktu Terlarang

penutup : Salat Sunah Lebih Utama di Rumah

10 KEUTAMAAN SEDEKAH