Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Shalat Istikharah

  Shalat istikharah adalah shalat sunnah dua rakaat untuk memohon petunjuk kepada Allah dalam memilih sesuatu yang belum jelas baik buruknya. Tujuan Shalat Istikharah Memohon agar Allah menunjukkan mana yang lebih baik untuk agama, dunia, dan akibat jangka panjang. Misalnya sebelum berdagang, safar (bepergian), menikah, atau mengambil keputusan besar lainnya. Tata Cara Shalat dua rakaat. Pada rakaat pertama membaca surah Al-Fatihah kemudian Qul yaa ayyuhal kaafiruun . Pada rakaat kedua membaca Al-Fatihah kemudian Qul huwallahu ahad . Setelah selesai shalat, membaca doa istikharah yang diajarkan Nabi ﷺ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ… Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang baik kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon dari ...

Shalat Sunnah Wudhu

  Shalat sunnah wudhu adalah shalat dua rakaat yang dilakukan setelah selesai berwudhu. Hukumnya sunnah (mustahabb), yakni dianjurkan sebagai penyempurna ibadah wudhu. Makna Shalat Sunnah Wudhu Shalat ini adalah bentuk syukur kepada Allah karena telah diberi kemudahan berwudhu. Wudhu sendiri adalah ibadah, dan shalat sunnah wudhu menjadi ibadah tambahan yang menyempurnakan wudhu tersebut. Waktu Pelaksanaan Shalat sunnah wudhu dilakukan segera setelah selesai berwudhu, sebelum anggota badan kering. Jika sudah terlalu lama, bahkan sampai anggota tubuh kering, sebagian ulama berpendapat pahala shalat sunnah wudhu tidak berlaku lagi. Penggabungan dengan Shalat Sunnah Lain Shalat sunnah wudhu bisa digabung dengan shalat sunnah lain. Contoh: Seseorang berwudhu lalu melaksanakan shalat sunnah Dhuha dengan niat juga untuk shalat sunnah wudhu. Maka ia mendapat dua pahala sekaligus: pahala shalat sunnah Dhuha dan pahala shalat sunnah wudhu. Jika berwudhu kemudian masuk masjid,...

Shalat Dhuha

  Keutamaan dan Tata Cara Shalat Dhuha بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 1. Kedudukan Shalat Dhuha Shalat dhuha termasuk shalat sunnah yang kedudukannya tinggi. Namun, derajatnya berada di bawah shalat sunnah rawatib qabliyah dan ba’diyah. Jadi urutannya: Shalat witir, Shalat sunnah rawatib, Baru kemudian shalat dhuha. Meskipun begitu, shalat dhuha tetap memiliki keutamaan yang besar di sisi Allah ﷻ. 2. Keutamaan Shalat Dhuha Rasulullah ﷺ bersabda: من صلى الضحى ركعتين لم يكتب من الغافلين، ومن صلى أربعًا كتب من القانتين، ومن صلى ستًّا كُتِبَ من المطيعين، ومن صلى ثمانيًا كتب من الفائزين “Barang siapa shalat dhuha dua rakaat, ia tidak akan ditulis sebagai orang yang lalai. Barang siapa shalat empat rakaat, ia ditulis sebagai orang yang taat. Barang siapa shalat enam rakaat, ia ditulis sebagai orang yang selalu patuh. Barang siapa shalat delapan rakaat, ia ditulis sebagai orang yang beruntung.” (HR. Thabrani) Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ bersabda: من داوم على...

Shalat Witir

  Keutamaan dan Tata Cara Shalat Witir بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 1. Keutamaan Shalat Witir Rasulullah ﷺ bersabda: الوتر حق، فمن لم يوتر فليس منا “Shalat witir itu adalah hak. Barang siapa tidak mengerjakan witir, maka ia bukan termasuk golongan kami.” (HR. Abu Dawud, Hakim) Hadits ini menunjukkan bahwa shalat witir memiliki kedudukan sangat penting di dalam agama. Karena itu, sebagian ulama menilai ancamannya sangat keras, seakan-akan orang yang meninggalkan witir kehilangan bagian dari kesempurnaan imannya. Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda: إِنَّ اللَّهَ قَدْ زَادَكُمْ صَلَاةً، وَهِيَ الْوِتْرُ، فَصَلُّوهَا فِيمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى صَلاَةِ الْفَجْرِ “Sesungguhnya Allah menambahkan kepada kalian sebuah shalat, yaitu shalat witir. Maka kerjakanlah ia antara shalat Isya sampai shalat Subuh.” (HR. Tirmidzi) Bahkan Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa shalat witir lebih baik daripada dunia dan seisinya. 2. Pandangan Para Ulama Imam Abu Ha...

Sholat Tahajud/ Qiyamullail

Tafsir Surah Al-Muzzammil dan Keutamaan Qiyamullail بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 1. Panggilan “Ya Ayyuhal Muzzammil” Allah ﷻ berfirman: يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ (١) “Wahai orang yang berselimut.” (QS. Al-Muzzammil: 1) Al-Muzzammil adalah salah satu nama Rasulullah ﷺ. Dalam kitab Dalā’il al-Khairāt disebutkan bahwa Nabi memiliki lebih dari 2011 nama, salah satunya Al-Muzzammil yang berarti “orang yang berselimut”. Mengapa Nabi disebut Al-Muzzammil ? Menurut riwayat Ibnu Abbas ra., ketika pertama kali malaikat Jibril datang membawa wahyu, Rasulullah ﷺ sangat terkejut dan ketakutan. Setelah menerima wahyu di gua Hira, beliau turun dari gunung dan berkata kepada istrinya, Sayyidah Khadijah ra.: “زملوني زملوني” “Selimuti aku, selimuti aku.” Maka Allah memanggil beliau dengan sebutan Al-Muzzammil . 2. Perintah Qiyamullail Allah ﷻ berfirman: قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا ۝ نِصْفَهُ أَوِ انقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا ۝ أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا (٢-٤) “B...